Tugas bab3 DDL (Database Definition Languange)
Create
berfungsi untuk membuat suatu database ataupun membuat sebuah table yang berada di dalam database.
Syntax : CREATE database nama_database;
Contoh : CREATE database apotek;
Show
berfungsi untuk menampilkan database atau table yang telah dibuat sebelumnya.
Syntax : SHOW databases;
Contoh : SHOW databases;
USE
berfungsi
untuk membuka / mengaktifkan / memasuki database yang telah kita buat.
Setelah kita masuk kedalam database yang telah kita buat, barulah kita
bisa memanipulasi data yang ada, termasuk untuk membuat table didalam
database tersebut.
Syntax : USE nama_database;
Contoh : USE apotek;
ALTER
berfungsi
untuk mengubah struktur dari suatu table. Mengubah disini tidak hanya
memperbaharui struktur table yang ada, tetapi juga mengubah nama field,
menambahkan primary key, mengubah tipe field, maupun menghapus field
yang telah dibuat sebelumnya.
Syntax : ALTER TABLE nama_tabel parameter_option;
Parameter : add, modify, drop
Contoh : ALTER TABLE farma add merk varchar(10);
Tujuan Utama Perancangan Basis data adalah :
• Memenuhi informasi yang berisikan kebutuhan-kebutuhan pengguna secara khusus dan aplikasi-aplikasinya.
• Memudahkan pengertian struktur informasi
• Mendukung kebutuhan-kebutuhan pemrosesan dan beberapa obyek penampilan (response time, processing time, dan storage space).
Yang dimaksud dengan macro life cycle itu adalah siklus
kehidupan sistem informasi, sedangkan micro life cycle adalah siklus
kehidupan basis data. Keduanya mempunyai hubungan, yaitu siklus
kehidupan sebuah sistem informasi organisasi berhubungan dengan siklus
hidup sistem basis data yang mendukungnya.
Pada macro lifecycle terdapat 5 tahapan, yaitu :
1. Perencanaan (planning)
2. Analisis (analysis)
3. Desain (design)
4. Pelaksanaan atau konstruksi (implementation/construction)
5. Perawatan (maintenance)
Sedangkan micro lifecycle terdapat 11 tahapan, yaitu
1. Database planning
2. System Definition
3. Requirements collection and analysis
4. Database design
5. DBMS selection (optional)
6. Application design
7. Prototyping (optional)
8. Implementation
9. Data conversion and loading
10. Testing
11. Operational maintenance
Dapat
kita lihat, tahapan micro lifecycle lebih kompleks dibandingkan dengan
macro lifecycle yang lebih sederhana pada tahapannya. Hal ini
dikarenakan siklus kehidupan sistem informasi berhubungan dengan siklus
kehidupan sistem basis data yang mendukungnya yang menyebabkan siklus
kehidupan sistem basis data lebih kompleks dibanding dengan siklus
kehidupan sistem informasi.
Ada 4 aktifitas pengumpulan data dan analisa data :
1. pertama
adalah menentukan kelompok pemakai dan bidang – bidang aplikasinya .
Langkah ini untuk menentukan aplikasi utama dan kelompok pengguna yang
akan menggunakan basis data, individu utama pada tiap kelompok pemakai
dan bidang aplikasi yang telah dipilih merupakan peserta utama pada
langkah selanjutnya dari pengumpulan dan spesifikasi data.
2. kedua
adalah peninjauan dokumentasi yang ada, langkah kedua ini bertujuan
untuk mempelajari dan menganalisa dokumen yang ada dan yang berhubungan
dengan aplikasi – aplikasi. Adapun dokumen lainnya seperti kebijakan –
kebijakan, form, report, dan bagan organisasi, akan diuji dan ditinjau
kembali untuk menguji apakah dokumen tersebut berpengaruh terhadap
kumpulan data dan proses spesifikasi.
3. ketiga
adalah analisa lingkungan operasi dan pemprosesan data, langkah ini
bertujuan untuk memperinci dan mempelajari informasi yang sekarang dan
yang akan datang termaksud juga analisa jenis – jenis transaksi,
frekuensi transaksinya dan juga arus informasi dalam sistem dimana
informasi – informasi tersebut berupa input – output data.
4. keempat
adalah daftar pertanyaan dan wawancara, langkah ini bertujuan untuk
mengumpulkan jawaban pertanyaan – pertanyaan dari para pemakai basis
data yang berpotensi. Ketua kelompok atau individu utama dapat
diwawancarai sehingga input yang banyak dapat diterima dari mereka yang
memperhatikan informasi yang berharga dan mengadakan prioritas.
Transaction throughput
Throughput
adalah Jumlah kerja yang dapat diselesaikan dalam satu unit waktu. Cara
untuk mengekspresikan throughput adalah dengan jumlah job pemakai yang
dapat dieksekusi dalam satu unit atau interval waktu. Dalam sasaran
penjadwalan proses, throughput ini adalah memaksimalkan jumlah job yang
diproses per satu interval waktu. Lebih tinggi angka throughput, lebih
banyak kerja yang dilakukan sistem. Umumnya, kecepatan sistem database
diukur dengan throughput transaksi, dinyatakan sebagai jumlah transaksi
per detik. Faktor-faktor untuk kinerja Berkeley DB dalam sistem
transaksional biasanya file-file database dan file log. Keduanya faktor
karena mereka membutuhkan disk I / O, yang relatif lambat untuk sumber
daya sistem lainnya seperti CPU.




0 comments:
Post a Comment