Wednesday, December 5, 2012

Tugas Bab 6 Kekangan Database


Kekangan atau aturan dan pandangan dalam basisdata
Tujuannya :
                Untuk menjamin bahwa data yang diinputkan pada tabel-tabel data base mempunyai integritas yang terjaga, sehingga kemungkinan kesalahan input data jauh berkurang. Terdapat beberapa aturan yang harus dipatuhi dalam file-file basis data. Aturan tersebut berhubungan dengan aspek-aspek penting dalam basis data yaitu:
a. Redudansi Data
b. Inkonsistensi data
c. Data terisolasi
d. Security data
e. Integritas data


a. Redudansi  data :
Redudansi data adalah munculnya data-data berulang kali pada file basis data yang semestinya tidak diperlukan.

b. Inkonsistens idata :
      Data Inconsistency, yaitu munculnya data yang tida kkonsisten pada medan yang sama untuk  beberapa file dengankunci yang sama. Ketidak-konsistenan data biasanya terjadi akibat kesalahan dalam pemasukan data (data entry) atau update anomaly, yaitu suatu proses untuk meng-update data, tetapi mengakibatkan munculnya data yang tidak konsisten atau kehilangan informasi tentang objek yang ditinjau.

c. Data terisolasi :
      Data terisolas idisebabkan oleh pemakaian beberapa file basis data dimana program aplikasi tidak dapat mengakses data-data dari file tertentu sehingga seolah-olah ada file yang terpisah/terisolasi terhadap file yang lain dalam basis data.
      Data terisolas iharus dihindari karena akanberakibat pada tidak lengkapnya informasi yang dihasilkan dari pengolahan data dalam basis data.

d. Security data :
Prinsip dasar keamanan data dalam basis data :
- Data-data dalam basis data merupakan sumber informasi yang sangat penting dan rahasia sehingga harus dijaga dari berbagai hal yang dapat mengacaukan atau merusak data.
- Keamanan data merupakan aspek kritis dalam basis data.

e. Integritasdata :
      Integritas data berhubungan dengan kinerja sistem agar dapat melakukan kontrol atau kendali pada semua bagian sistem, sehingga sistem selalu beroperasi dalam pengendalian yang penuh.
      Cara menjaga integritas data adalah menyakinkan bahwa nilai-nilai data adalah benar. Hal tsb dilakukan dengan mengeset secara seksama prosedur penangkapan data dan membuat modul dalam program aplikasi untuk mengecek keabsahan nilai data saat dimasukkan kedalam mesin (data entry)
  

 2. Kekangan Kardinalitas
·         Jenis hubungan antartipe entitas seringkali dinyatakan tidak sekedar dalam bentuk berupaOne to OneOne to ManyMany to One, dan Many to Many, melainkan juga dengan menyertakan kekangan kardinalitas.
·         Kekangan Kardinalitas (cardinality constraint) adalah suatu keadaan yang digunakan untuk menyatakan jumlah instan dalam sebuah entitas yang dapatdikaitkan dengan sebuah instan pada entitas lain.
·         Kardinalitas Minimum adalah jumlah instan tersedikit dalam sebuah entitas yang mungkin dikaitkan dengan setiap instan pada entitas lain.
          


   

     Kardinalitas Maksimum .
Kardinalitas maksimum adalah jumlah instan terbanyak dalam sebuah entitas yang mungkin dikaitkan dengan setiap instan pada entitas lain.







3. kesimpulan dari 2 contoh di atas adalah bahwa :
  •          Kardinalitas minimum dapat terbagi atas kardinalitas minimum nol atau kardinalitas minimum
  •         Kardinalitas minimum nol (0) berarti bahwa sebuah baris baru dapat ditambahkan didalam tabel tanpa harus dihubungkan dengan baris tertentu dalam tabel lainnya yang letaknya berseberangan dalamhubungan tersebut.
  •        kardinalitas minimum 1memiliki arti bahwa setiap baris dalam suatu tabel harusdihubungkan ke paling tidak satu barisdalam tabel lainnya di hubungan tsb.
  •          Kardinalitas maksimumpun dapat terbagi atas kardinalitas maksimum 1 atau kardinalitas N
  •          Kardinalitas maksimum 1 artinya bahwa setiap baris di dalam tabel dapatdihubungkan ke paling banyak hanya satu baris dalam tabel lainnya.
  • Kardinalitas maksimum N berarti banyak/many
Read More

Tugas bab3 DDL (Database Definition Languange)




  
     Create
berfungsi untuk membuat suatu database ataupun membuat sebuah table yang berada di dalam database.
Syntax : CREATE database nama_database;
Contoh : CREATE database apotek;




 Show
berfungsi untuk menampilkan database atau table yang telah dibuat sebelumnya.
Syntax : SHOW databases;
Contoh : SHOW databases;



USE 

berfungsi untuk membuka / mengaktifkan / memasuki database yang telah kita buat. Setelah kita masuk kedalam database yang telah kita buat, barulah kita bisa memanipulasi data yang ada, termasuk untuk membuat table didalam database tersebut.
Syntax : USE nama_database;
Contoh : USE apotek;



    ALTER

      berfungsi untuk mengubah struktur dari suatu table. Mengubah disini tidak hanya memperbaharui struktur table yang ada, tetapi juga mengubah nama field, menambahkan primary key, mengubah tipe field, maupun menghapus field yang telah dibuat sebelumnya.
Syntax : ALTER TABLE nama_tabel parameter_option;
Parameter : add, modify, drop
Contoh : ALTER TABLE farma add merk varchar(10);




Tujuan Utama Perancangan Basis data adalah :
      Memenuhi informasi yang berisikan kebutuhan-kebutuhan pengguna secara khusus dan aplikasi-aplikasinya.
      Memudahkan pengertian struktur informasi
      Mendukung kebutuhan-kebutuhan pemrosesan dan beberapa obyek penampilan (response time, processing time, dan storage space).

   Yang dimaksud dengan macro life cycle itu adalah siklus kehidupan sistem informasi, sedangkan micro life cycle adalah siklus kehidupan basis data. Keduanya mempunyai hubungan, yaitu siklus kehidupan sebuah sistem informasi organisasi berhubungan dengan siklus hidup sistem basis data yang mendukungnya.
Pada macro lifecycle terdapat 5 tahapan, yaitu :
 1. Perencanaan (planning)
2. Analisis (analysis)
3. Desain (design)
4. Pelaksanaan atau konstruksi (implementation/construction)
5. Perawatan (maintenance)
Sedangkan micro lifecycle terdapat 11 tahapan, yaitu
1. Database planning
2. System Definition
3. Requirements collection and analysis
4. Database design
5. DBMS selection (optional)
6. Application design
7. Prototyping (optional)
8. Implementation
9. Data conversion and loading
10. Testing
11. Operational maintenance
Dapat kita lihat, tahapan micro lifecycle lebih kompleks dibandingkan dengan macro lifecycle yang lebih sederhana pada tahapannya. Hal ini dikarenakan siklus kehidupan sistem informasi berhubungan dengan siklus kehidupan sistem basis data yang mendukungnya yang menyebabkan siklus kehidupan sistem basis data lebih kompleks dibanding dengan siklus kehidupan sistem informasi.

Ada 4 aktifitas pengumpulan data dan analisa data :

1.    pertama adalah menentukan kelompok pemakai dan bidang – bidang aplikasinya . Langkah ini untuk menentukan aplikasi utama dan kelompok pengguna yang akan menggunakan basis data, individu utama pada tiap kelompok pemakai dan bidang aplikasi yang telah dipilih merupakan peserta utama pada langkah selanjutnya dari pengumpulan dan spesifikasi data.

2.    kedua adalah peninjauan dokumentasi yang ada, langkah kedua ini bertujuan untuk mempelajari dan menganalisa dokumen yang ada dan yang berhubungan dengan aplikasi – aplikasi. Adapun dokumen lainnya seperti kebijakan – kebijakan, form, report, dan bagan organisasi, akan diuji dan ditinjau kembali untuk menguji apakah dokumen tersebut berpengaruh terhadap kumpulan data dan proses spesifikasi.

3.    ketiga adalah analisa lingkungan operasi dan pemprosesan data, langkah ini bertujuan untuk memperinci dan mempelajari informasi yang sekarang dan yang akan datang termaksud juga analisa jenis – jenis transaksi, frekuensi transaksinya dan juga arus informasi dalam sistem dimana informasi – informasi tersebut berupa input – output data.

4.    keempat adalah daftar pertanyaan dan wawancara, langkah ini bertujuan untuk mengumpulkan jawaban pertanyaan – pertanyaan dari para pemakai basis data yang berpotensi. Ketua kelompok atau individu utama dapat diwawancarai sehingga input yang banyak dapat diterima dari mereka yang memperhatikan informasi yang berharga dan mengadakan prioritas.

Transaction throughput
Throughput adalah Jumlah kerja yang dapat diselesaikan dalam satu unit waktu. Cara untuk mengekspresikan throughput adalah dengan jumlah job pemakai yang dapat dieksekusi dalam satu unit atau interval waktu. Dalam sasaran penjadwalan proses, throughput ini adalah memaksimalkan jumlah job yang diproses per satu interval waktu. Lebih tinggi angka throughput, lebih banyak kerja yang dilakukan sistem. Umumnya, kecepatan sistem database diukur dengan throughput transaksi, dinyatakan sebagai jumlah transaksi per detik. Faktor-faktor untuk kinerja Berkeley DB dalam sistem transaksional biasanya file-file database dan file log. Keduanya faktor karena mereka membutuhkan disk I / O, yang relatif lambat untuk sumber daya sistem lainnya seperti CPU.
Read More
JANGAN cuma BACA doank dong !!!
apa komentar sobat TW ??? AYO buat TW jadi HIDUP dengan 'ramai' nya komentar sobat !!! di tunggu cuap cuap nya : D

disini bebas berekspresi tapi tetap sopan dan tidak nyepam ya .. please ..