Sunday, December 12, 2010

Demam Porno Artis, Sekolah Razia HP


RAZIA VIDEO ARIEL: OSIS, wakasek dan guru di SMAN 14 tengah memeriksa ponsel siswa yang menyimpan video porno artis mirip Ariel-Luna Maya dan Cut Tari. MIFTAH/RADAR BEKASI
BEKASI UTARA - Beredarnya video mesum mirip tiga artis papan atas, Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari, mulai diburu warga Kota Bekasi. Bahkan, perburuan video adegan ranjang selebritis ‘Ariel’-‘Cut Tari’ yang berdurasi 8 menit 46 detik dan Ariel-Luna Maya dengan durasi 6 menit 48 detik, juga mulai diburu kalangan pelajar.

Namun, tersebarnya adegan hot pasangan bukan suami istri itu di internet membuat kalangan guru ikut resah. Beberapa sekolah di Kota Bekasi, seperti SMAN 14 Bekasi misalnya, melakukan razia ponsel usai pelaksanaan Ujian Kenaikan Kelas (UKK), kemarin.

"Razia ini dilakukan untuk mencegah beredarnya video porno artis, bukan saja artis tetapi video porno di kalangan siswa,” jelas Kepsek SMAN 14 Ardin kepada Radar Bekasi.

Menurut Ardin, tingginya kecanggihan teknologi membuat fasilitas audio visual dengan mudah terfasilitasi dalam ponsel yang notabene-nya mayoritas berukuran mini.

“Untuk mencegah siswa menyimpan video porno di Hpnya, kami juga rutin mengadakan razia HP setiap 2 minggu sekali, terkadang seminggu sekali,” terang Ardin.

Jadilah 70 ponsel siswa kelas XI dan XII diperiksa sebelum siswa meninggalkan sekolah. Razia dilakukan oleh wakasek kesiswaan, guru, dan dibantu oleh anggota Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).

Dari pemeriksaan tersebut, tidak satupun ponsel siswa yang kedapatan mempunyai video ataupun gambar porno sebagaimana yang menjadi tujuan razia. "Karena kalau sekadar razia bisa saja di sekolah tidak ditemukan, tapi ternyata ditemukan di rumah, warnet, atau di tempat lainnya. Ini sasaran kami dan akan terus kami pantau," tegas Ardin.

Sementara itu, kekhawatiran yang aksi yang serupa juga dilakukan oleh Kepala Sekolah SMPN 32 Bekasi, Heri Wahyudi. Seluruh siswa kelas IX saat itu hendak melakukan cap tiga jari ijasah, satu persatu ponselnya diperiksa oleh guru.

”Sasaran kita sengaja kelas IX, karena mereka sudah lulus jadi diperbolehkan bawa HP ke sekolah, sedangkan untuk kelas VII dan VIII mereka tidak ada yang membawa HP, karena kami melarang siswa membawa HP ke sekolah,” ungkap Hery.

Heri merasa khawatir apa yang terekam dalam video akan ditiru oleh anak-anak didiknya.
“Rusaklah moral mereka kalau begitu. Mungkin kami akan melakukan pengawasan ekstra ketat dengan seluruh fasilitas internet yang ada di sekolah atau di HP,” tukasnya.

Di sisi lain, Kepsek SMAN 6 Bekasi Yetty Nugraha, justru menganggap adanya razia video dan gambar porno di ponsel tidak terlalu penting. Sehingga dia memilih untuk melakukan razia pada Sabtu (12/6) nanti.

“Yang penting mah saya ingin anak konsentrasi dulu dengan ujian. Soal akhlak tergantung pada diri sendiri saja,” jawab Kepsek yang terkena rotasi ke SMAN 4 Bekasi itu.

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dedi Djunaedi, menghimbau kepada sekolah agar segera inisiatif untuk melakukan razia video maupun gambar-gambar yang dapat merusak akhlak dan moral siswa.

“Jangan selalu tunggu intruksi, hal yang kira-kira merugikan dan dapat merusak akhlak dan moral siswa inisiatif saja langsung,” tegasnya.

Dia juga berjanji akan kembali melakukan sidak video porno di sekolah dan internet yang berada di lingkungan dekat sekolah.

“Minggu depan, saya tidak bisa bilang harinya. Tapi kesiswaan sudah memastikan sidak dan razia akan dilakukan,” tandasnya. (mif/une)

1 comments:

JANGAN cuma BACA doank dong !!!
apa komentar sobat TW ??? AYO buat TW jadi HIDUP dengan 'ramai' nya komentar sobat !!! di tunggu cuap cuap nya : D

disini bebas berekspresi tapi tetap sopan dan tidak nyepam ya .. please ..